Jenis Olahraga Bayi

Olahraga menjadi bagian dari kehidupan yang sehat. Tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak harus aktif secara fisik. Selain mengajar anak Anda untuk terbiasa berolahraga sejak dini, olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak dan otot anak-anak. Latihan apa yang cocok untuk anak-anak?

Latihan cocok untuk anak-anak. Academy of Nutrition and Dietetics menjelaskan bahwa aktivitas fisik penting untuk anak-anak. Berbagai gerakan dapat merangsang anak untuk berguling, merangkak, berjalan, dan meningkatkan fungsi otak dalam mengatur gerakan otot.

Olahraga Bayi

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat ikatan antara bayi dan orang tua. Meskipun Anda tidak bisa mempraktikkan berbagai gerakan sendiri, Anda bisa membimbing mereka. Ada beberapa olahraga yang cocok untuk anak-anak, termasuk:

  1. waktu perut
    Olahraga untuk anak-anak
    Sumber: Pinterest
    Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka berbaring. Ini berarti bahwa banyak tekanan diberikan pada tulang belakang. Sekarang, saat Anda mengajarkan latihan ini kepada anak-anak, otot-otot di leher, lengan, bahu, dan perut Anda menjadi lebih aktif dan kuat.

Anda dapat memulai latihan ini dengan menempatkan anak di lantai dalam posisi tengkurap. Biarkan bayi dalam posisi ini selama 3-5 menit.

Gunakan waktu ini untuk bermain, mengobrol, bernyanyi, dan mengundang anak Anda untuk bermain. Dia akan mencoba menggerakkan kepalanya, menendang kakinya, atau meregangkan tangannya.

Pada awalnya, anak bisa pilih-pilih. Namun, setelah beberapa kali ia akan terbiasa. Lakukan latihan ini selangkah demi selangkah hingga total waktu adalah 20 menit per hari.

  1. Selamat anak dan naik sepeda
    Olahraga untuk anak-anak
    Sumber: Pinterest
    Latihan berikutnya untuk anak-anak adalah pose yang menyenangkan. Pada kenyataannya, gerakan ini sering dilakukan oleh anak-anak, terutama anak mengangkat kakinya di udara dan mencoba menyentuhnya dalam tidurnya.

Cobalah untuk menempatkan anak terlentang di lantai. Angkat dan goyangkan kaki Anda. Arahkan tangan anak untuk menyentuh kakinya. Biarkan anak melakukan pose ini sendirian.

Setelah pelatihan untuk anak-anak mengikuti bersepeda. Gerakan ini cukup sederhana, Anda hanya perlu menggerakkan kaki anak, seperti mengendarai sepeda. Ulangi gerakan ini tiga hingga lima kali dan kemudian biarkan bayi beristirahat.

Kedua gerakan ini sangat cocok untuk melatih kekuatan otot pinggul anak. Selain itu, dapat meningkatkan fleksibilitas kaki dan tangan serta mendukung gerakan pencernaan yang baik.

  1. Angkat mainannya
    Olahraga untuk anak-anak
    Sumber: Pinterest
    Setelah melahirkan, si anak tidak bisa langsung memegang sesuatu dengan licik. Itu harus dipraktekkan beberapa kali untuk mengembangkan keterampilan motorik. Untuk membantu anak, Anda dapat menginstruksikannya untuk melakukan latihan mainan.

Mudah menempatkan anak di kursi. Jadi itu menarik anak dengan mainan yang cerah dan menarik. Anda dapat mengarahkan mainan ke atas, bawah, kiri atau kanan. Dia akan mencoba meletakkan tangan, mata dan bagian tubuh pada mainan itu.

Simpan mainan ini dekat dengan anak Anda. Suruh dia menyentuh mainan di tangan anak dan kemudian lepaskan sepenuhnya. Anak-anak akan belajar membawa mainan yang berat dari waktu ke waktu.

  1. Bouncing bayi
    Olahraga untuk anak-anak
    Sumber: Pinterest
    Selain otot pinggul, anak juga harus meningkatkan kekuatan otot kaki. Anda dapat membantu kaki anak Anda menjadi lebih kuat saat berjalan, melakukan latihan olahraga dengan gerakan melompat anak.

Cukup letakkan anak di paha. Pegang ketiak dan perintahkan anak untuk menggoyang-goyangkan kakinya di paha. Cobalah sambil menyanyikan lagu dan menggerakkan kepala Anda.

Anak itu akan bergerak dengan sendirinya. Perlahan gerakkan pegangan di pergelangan tangan anak. Ingatlah bahwa latihan ini hanya boleh dilakukan pada anak-anak yang sudah berdiri, duduk dan berdiri.

Baca juga: